4 Inovasi Teknologi Untuk Masa Depan Yang Berkelanjutan

4 Inovasi Teknologi Untuk Masa Depan Yang Berkelanjutan
Spread the love

4 Inovasi Teknologi Untuk Masa Depan Yang Berkelanjutan – Rekayasa bukan hanya tentang menyelesaikan masalah – ini tentang mengembangkan solusi yang membuat hidup kita lebih baik. Di bidang perlindungan lingkungan, inovasi bahkan dapat membantu menyelamatkan dunia. Perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, kelebihan populasi, polusi, pembuangan limbah, sampai kekurangan air, ini hanya beberapa dari masalah lingkungan yang kita hadapi di Indonesia. Tapi masih ada harapan. Di bawah ini kami sajikan beberapa inovasi dan pengembangnya yang dapat membuka jalan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan, yang tentunya bisa kita tiru di tanah air, karena kami yakin kita mampu menyempurnakannya, seperti teknologi lain yang sudah-sudah dari Energi, Kesehatan, serta Automotif.

1. Robot daur ulang Max-AI AQC
Insinyur: Eugenio Garnica, Sadako / BHS (NRT)
Kebangsaan: Spanyol / Amerika

Teknologi: Max-AI menggabungkan visi komputer, dalam GPU, fungsi AI berdasarkan jaringan saraf multi-lapis dan robotika untuk mengenali objek dari bahan yang dapat didaur ulang seperti plastik dan memilahnya dari objek lain. Sistem ini dapat dipelajari dan dirancang untuk optimalisasi mandiri. Manfaat ekologis: Max bias mempercepat penyortiran dan mendaur ulang bahan sehingga membuatnya lebih hemat biaya. Tujuan besarnya adalah untuk meningkatkan proporsi bahan yang didaur ulang dan digunakan kembali sehingga kita dapat meninggalkan generasi berikutnya dengan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sangat wajib dikembangkan di tanah air kita, dan dijual secara bebas.

3. Sistem energi gelombang AQuarias
Insinyur Robert Schuster
Kebangsaan: Amerika

Teknologi AQuaria menggunakan “kombinasi gravitasi dan daya apung yang diciptakan antara udara dan air untuk menghasilkan energi yang dapat dikonversi menjadi energi listrik.” Manfaat ekologis: AQuarias menawarkan solusi untuk meningkatnya kebutuhan energi terbarukan, hemat biaya, menyediakan energi dasar bebas karbon, memproduksi energi tanpa bahan habis pakai dan dapat digunakan hampir di mana saja di dunia. Teknologi memiliki potensi untuk membuat energi kota-kota kecil dan besar mandiri. Selamat tinggal batu bara dan bbm, selamat datang era listrik murah.

3. Desalinasi air laut menggunakan saringan graphene
Insinyur: Rahul Nair
Kebangsaan: Inggris

Teknologi: Air laut disiram melalui membran oksida graphene, di mana garam disaring dari cairan. Dinding samping yang terbuat dari resin epoksi mencegah membran membengkak dan memastikan bahwa pori-pori cukup stabil untuk menyaring semua partikel. Manfaat ekologis: Saringan graphene memungkinkan air minum bisa diekstraksi dari air laut dan dengan demikian dapat mewakili solusi yang efisien, mudah diakses dan murah untuk kekurangan air bersih di dunia terutama di Jawa yang makin kekurangan air bersih.

4. Jalan Wattway bertenaga surya
Insinyur: Jean-Luc Gautie, Colas
Kebangsaan: Prancis

Teknologi: Setiap modul terdiri dari sel selebar 15 cm yang membentuk lapisan silikon polikristalin yang sangat tipis dan mengubah energi matahari menjadi listrik. Modul ini dilapisi dengan resin silikon bening untuk menahan lalu lintas dan dapat dipasang di jalan yang ada. Manfaat ekologis: Dengan kombinasi konstruksi jalan dan teknologi fotovoltaik, jalan Wattway bertenaga surya dapat menghasilkan energi yang bersih dan terbarukan tanpa harus mengorbankan lahan pertanian atau ruang alami yang berharga. Semakin banyak jalan raya dibuat, semakin mandiri kekuatan listrik suatu daerah. Tidak perlu tiang listrik, tidak perlu panel sel yang memakan tempat. Artinya semua area bisa dihijaukan karena listrik dipasok oleh jalan raya, apakah hal ini bisa cocok di Indonesia? tentu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!